Pages

Tuesday, November 22, 2022

ZAKAT

 


Berbisnis dengan Allah Lewat Zakat

Ketika kita mendengar atau berbicara bisnis, asumsinya pada kegiatan bisnis yang dilakukan antara dua orang atau lebih atau antara satu entitas dengan entitas lain dalam rangka untuk memperoleh barang atau jasa dengan ketidakseimbangan uang dalam jumlah tertentu.

Sebenarnya ada bisnis lain yang nilai keuntungannya tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini, yaitu bisnis dengan Allah, di mana balasannya adalah surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya yang oleh Nabi dijelaskan bahwa kenikmatannya tidak pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga. , dan terlintas di hati. Lantas bagaimana cara berbisnis dengan Allah? Berbisnis dengan Allah bermodalkan keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya serta keikhlasan semata-mata mengharap keridhoan Allah SWT dan balasan pahala dari ibadah dan amal saleh yang dikerjakan. Seperti firman Allah dalam QS. Fathir:29-30, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Salah satu dari ketiga perniagaan yang tidak ada ruginya adalah dengan menafkhkan sebagian dari rezeki. Yang akan kami bahas disini khususnya mengenai Zakat yang merupakan salah satu infak wajib yang harus dikeluarkan oleh umat muslim, yang terbagi menjadi 2, yaitu zakat fitrah (untuk mensucikan jiwa) dan zakat mal (untuk mensucikan harta yang merupakan hak orang lain). Harta tersebut melewati haul atau masa simpan selama setahun, kecuali harta dari pertanian dapat ditunaikan saat panen.

“Zakat itu ibarat jendela” yang namanya jendela, tentu (zakat) bisa menjadi sarana untuk melongok “dunia luar” dan (zakat) juga bisa menjadi sumber masuknya “angin segar” bagi rumah dan sang pemiliknya.

Jika berurusan dengan sesama manusia saja semangatnya tinggi, maka berbisnis dengan Allah harus lebih tinggi semangatnya, tidak malas-malasan, dan tidak pas-pasan. Segala karunia yang Allah berikan kepada kita dipergunakan untuk menambah amal saleh untuk meraih kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekekalan dengan tetap tidak melupakan bagian kehidupan kita di dunia ini



 

No comments:

Post a Comment

PENDIDIKAN

MEWUJUDKAN MAHASISWA YANG BERMORAL MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam membangun dan m...